Senin, 23 Juni 2014

Tergesernya Budaya Tradisional Karena Pengaruh Budaya Asing


Tergesernya Budaya Tradisional Karena Pengaruh Budaya Asing

KATA PENGANTAR
            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan bimbinganNya, saat ini kami bisa menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Tergesernya Budaya Tradisional Karena Pengaruh Budaya Asing”.
Makalah ini disusun berdasarkan fakta dan dengan menggunakan beberapa artikel yang membahas tentang topik ini.Penuyusunan makalah ini diharapkan dapat membantu permasalahan kebudayaan negara kita yang saat ini berada diambang kepunahan.Yaitu untuk menggali lagi kesadaran dan simpati para generasi muda yang sudah mulai terpengaruh oleh budaya barat.
Makalah ini kami susun supaya kita bisa lebih memahami tentang kebudayaan tradisional negara kita yang semakin bertambahnya usia zaman justru semakin tidak terlihat keberadaannya. Diharapkan pula para pembaca khususnya para generasi muda negara untuk mencintai kembali kebudaayaan yang telah dimiliki.
Dalam makalah ini kami menyajikan pengertian budaya tradisional, jenis-jenis budaya tradisional, kebudayaan yang sudah mulai hilang, dan juga penyebab hilangnya budaya tradisional itu.
Dalam menuyusun makalah ini tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran. Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada  Ibu Anastasia Kristianingsih S.Pd selaku guru Bahasa Indonesia.
Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat.







DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL  ………………………………………………………………………………………….    i
KATA PENGANTAR  ………………………………………………………………………………………..    ii
DAFTAR ISI  ……………………………………………………………………………………………………..    iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang  ……………………………………………………………………………………….     1
1.2  Perumusan Masalah  ………………………………………………………………………………..     2
1.3  Tujuan  …………………………………………………………………………………………………..     2
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Budaya Tradisonal  ………………………………………………………………….     3
2.2  Jenis- jenis Budaya Tradisional  ………………………………………………………………..      3
2.3  Budaya Tradisional yang Mulai Hilang  ……………………………………………………..     4
2.4  Faktor-faktor Penyebab Budaya Tradisional Hilang …………………………………….     6
2.5 Cara Untuk Menyelamatkan Budaya Tradisional …………………………………………     6
BAB III PENUTUP
3.1  Kesimpulan  ……………………………………………………………………………………………     8
3.2  Saran  …………………………………………………………………………………………………….     8
DAFTAR PUSTAKA  …………………………………………………………………………………………    9



BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Di era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan suatu negara bisa dikatakan sudah mulai mengalami kemajuan.Mempunyai negara yang maju memang harapan semua masyarakat, dan kini hampir semua negara sudah mengalami kemajuan tersebut.Mulai dari kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, transportasi, bahkan budaya sekalipun, itu semua karena pengaruh dari globalisasi.
Akibat dari pengaruh globalisasi tersebut banyak dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan. Dampak positif dari pengaruh globalisasi sudah bisa kita rasakan sendiri, yaitu teknologi yang semakin canggih,  kemajuan alat transportasi dan ilmu pengetahuan lebih luas. Tetapi dalam sisi negatifnya, karena pengaruh dari globalisasi ini, banyak budaya barat yang juga ikut masuk di negara kita.Akibat pengaruh budaya tersebut, banyak generasi muda yang lebih memilih budaya barat dari pada budaya tradisionalnya.Itu dikarenakan pola pikir mereka yang menganggap jika budaya barat itu lebih modern dan lebih populer, sehingga kesadaran mereka dalam melestarikan budaya tradisional menurun.
Itu semua menyebabkan keberadaan budaya tradisional di negara kita mulai memprihatinkan. Dahulu, budaya tradisional di negara kita tak terhitung jumlahnya karena begitu banyak ragamnya,  mulai dari tarian tradisional, bahasa tradisional, alat musik tradisional, dan masih banyak lagi.   Tetapi sekarang budaya tradisional di negara kita sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada.Jarang sekali sekarang kita temui ada anak muda yang mau untuk memperhatikan kebudayaan tradisional negaranya, itu semua karena anggapan mereka tentang kebudayaan tradisional salah.Sehingga mereka malu untuk mengakui jika kebudayaan tadisional adalah kebuadayaan mereka.
Apabila pemikiran para generasi muda tidak pulih kembali untuk mencintai budaya tradisionalnya, cepat atau lambat pasti kebudayaan kita akan jauh lebih terkikis. Oleh karenanya, sebelum itu semua terjadi, kita sebagai para generasi muda harus berani memperjuangkan kembali kebudayaan tradisional yang sudah nenek moyang kita wariskan kepada kita.

1.2     Rumusan Masalah
            Berdasarkan topik makalah yang telah kami pilih, ada beberapa rumusan masalah yang akan kami bahas. Rumusan masalah tersebut adalah :
1.2.1        Apakah yang dimaksud dengan budaya tradisional ?
1.2.2        Apa sajakah jenis-jenis budaya tadisional yang kita miliki ?
1.2.3        Budaya tradisional apakah yang sudah mulai hilang ?
1.2.4     Apa penyebab hilangnya budaya tradisional ?
1.2.5        Bagaimana cara untuk menyelamatkan budaya tradisional ?

1.3      Tujuan
Dalam membuat makalah ini, kami ingin mencapai dua tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.Tujuan umum kami menyusun makalah ini adalah untuk melestarikan kembali budaya tradisional yang kita miliki di negara kita. Sedangkan tujuan khusus kami membuat makalah ini adalah :
1.3.1         Mengetahui secara jelas dan memahami tentang definisi budaya tradisional
1.3.2         Mengenali jenis-jenis budaya tradisional
1.3.3         Mengetahui budaya tradisional apa sajakah yang sudah mulai hilang
1.3.4         Mengetahui apa yang menyebabkan budaya tradisional hilang
1.3.5        Menghalau cara-cara yang dapat ditempuh untuk menyelamatkan budaya tradisional dari kepunahan dan melestarikannya kembali.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1     Pengertian Budaya Tradisional
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat & kemampuan lain serta kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan dikaji asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal.  Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata Colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya didalam lingkungannya”.Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial tertentu.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengartikan kebudayaan sebagai peninggalan sejarah yang bersifat tradisional.Seperti tarian daerah, alat musik daerah, senjata tradisional, bahasa daerah, dan lain sebagainya.Di negara kita, hampir setiap propinsi memilki kebudayaan tradisionalnya sendiri. Oleh sebab itu negara kita dijuluki negara yang kaya akan budaya.

2.2     Jenis-jenis Budaya Tradisional
Ada berbagai jenis budaya tradisional yang dimiliki oleh negara kita. Beberapa jenis budaya tradisional tersebut yaitu :
2.2.1      Tarian Tradisional        : tarian khas yang memiliki arti penting karena fungsinya yang sangat mengutamakan suatu penghormatan.
2.2.2      Bahasa Tradisional      : bahasa daerah yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap daerah            .
2.2.3      Pakaian Tradisional     : pakaian khas yang berbeda dari daerah satu dengan daerah lain.
2.2.4      Senjata Tradisional      : suatu senjata yang digunakan oleh penduduk suatu daerah. Orang jaman dulu sering menyebutnya gaman.
2.2.5      Alat Musik Tradisional: alat musik yang digunakan untuk mengiringi suatu lagu daerah atau biayasanya juga digunakan untuk mengiringi tarian tradisional.
2.2.6      Kesenian Tradisional   : sutu kesenian yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menunjukkan ciri khas.


2.3     Budaya yang Sudah Mulai Hilang
Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salah satu dampak dari adanya globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar.Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa.
Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya. Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan parabola masyarakat bisa menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang bersifat mendunia yang berasal dari berbagai belahan bumi.
Kondisi yang demikian mau tidak mau membuat semakin tersisihnya kesenian tradisional Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sarat akan pemaknaan dalam masyarakat Indonesia. Misalnya saja bentuk-bentuk ekspresi kesenian etnis Indonesia, baik yang rakyat maupun istana, selalu berkaitan erat dengan perilaku ritual masyarakat pertanian. Dengan datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses industrialisasi dan sistem ekonomi pasar, dan globalisasi informasi, maka kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi komersial. Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya.
Pesatnya laju teknologi informasi atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh, sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas.Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka.Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang Bharata, yang terdapat di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat wayang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Indonesia yang sarat dan kaya akan pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agen penanaman nilai-nilai moral yang baik, menurut saya.  Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk yang sampai pada tahun 1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah mengalami “mati suri”. Wayang orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai terdepaknya kesenian tradisional akibat globalisasi.Bisa jadi fenomena demikian tidak hanya dialami oleh kesenian Jawa tradisional, melainkan juga dalam berbagai ekspresi kesenian tradisional di berbagai tempat di Indonesia.Sekalipun demikian bukan berarti semua kesenian tradisional mati begitu saja dengan merebaknya globalisasi.
Di sisi lain, ada beberapa seni pertunjukan yang tetap eksis tetapi telah mengalami perubahan fungsi. Ada pula kesenian yang mampu beradaptasi dan mentransformasikan diri dengan teknologi komunikasi yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakat, misalnya saja kesenian tradisional “Ketoprak” yang dipopulerkan ke layar kaca oleh kelompok Srimulat.  Kenyataan di atas menunjukkan kesenian ketoprak sesungguhnya memiliki penggemar tersendiri, terutama ketoprak yang disajikan dalam bentuk siaran televisi, bukan ketoprak panggung.Dari segi bentuk pementasan atau penyajian, ketoprak termasuk kesenian tradisional yang telah terbukti mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Selain ketoprak masih ada kesenian lain yang tetap bertahan dan mampu beradaptasi dengan teknologi mutakhir  yaitu wayang kulit. Beberapa dalang wayang kulit terkenal seperti Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom Suroto tetap diminati masyarakat, baik itu kaset rekaman pementasannya, maupun pertunjukan secara langsung. Keberanian stasiun televisi Indosiar yang sejak beberapa tahun lalu menayangkan wayang kulit setiap malam minggu cukup sebagai bukti akan besarnya minat masyarakat terhadap salah satu khasanah kebudayaan nasional kita. Bahkan Museum Nasional pun tetap mempertahankan eksistensi dari kesenian tradisonal seperti wayang kulit dengan mengadakan pagelaran wayang kulit tiap beberapa bulan sekali dan pagelaran musik gamelan tiap satu minggu atau satu bulan sekali yang diadakan di aula Kertarajasa, Museum Nasional.
2.4     Penyebab Budaya Tradisional Hilang
Budaya nasional yang seharusnya menjadi kebanggaan dan harusnya di pertahankan sekarang mulai hilang dikarenakan masuknya budaya asing (modern). Kita sebagai warga negara indonesia yang mempunyai hak penuh atas kebudayaan tersebut seharusnya melestarikannya bukan malah mengesampingkannya dengan berbagai alasan seperti  takut dibilang ketinggalan jaman, takut dibilang kupper, katrok, dan lain sebagainya.
Jika ditinjau melalui aspek global, globalisasi menjadi tantangan untuk semua aspek kehidupan juga yang terkait dengan kebudayaan. Budaya tradisional yang mencerminkan etos kerja yang kurang baik tidak akan mampu bertahan dalam era global. Era global menuntut kesiapan kita untuk siap berubah menyesuaikan perubahan zaman dan mampu mengambil setiap kesempatan.Budaya tradisional di Indonesia sebenarnya lebih kreatif dan tidak bersifat meniru, yang menjadi masalah adalah mempertahankan jati diri bangsa. Sebagai contoh sederhana, budaya gotong royong di Indonesia saat ini hampir terkikis habis, individual dan tidak mau tahu dengan orang lain adalah cerminan yang tampak saat ini. Perlu dipikirkan agar kebudayaan kita tetap dapat mencerminkan kepribadian \bangsa.Kebudayaan tradisional adalah sebuah warisan luhur.
Dalam era globalisasi, kebudayaan tradisional mulai mengalami erosi.Orang, anak muda utamanya lebih senang menghabiskan waktunya untuk mengakses internet dari pada mempelajari tarian dari kebudayaan sendiri. Orang akan merasa bangga ketika dapat menuru gaya berpakaian orang barat dan menganggap budayanya kuno dan ketinggalan. Globalisasi akan selalu memberikan perubahan, kita lah yang harus meneliti apakah budaya-budaya tersebut bersifat positif ataupun negatife.

2.5       Cara-cara Untuk Menjaga Kelestarian Budaya Tradisional
Budaya yang dahulu tak ternilai harganya, kini justru menjadi budaya yang tak bernilai di mata masyarakat.Sikap yang tak menghargai itu memberikan dampak yang cukup buruk bagi perkembangan budaya tradisional di negara kita.Mengapa? Karena salah satu cara untuk melestarikan budaya trsdisional adalah sikap dan perilaku dari masyarakatnya sendiri. Jika dalam diri setiap masyarakat terdapat jiwa nasionalis yang dominan, melestarikan budaya tradisional merupakan suatu kebanggaan, tapi generasi muda sekarang ini justru beranggapan yang sebaliknya, sehingga mereka menggagap melestarikan budaya itu suatu paksaan.Jadi kelestarian buadaya tradisional itu juga sangat bergantung pada jiwa nasionais generasi mudanya.
Sebagai para generasi muda penerus bangsa, jiwa dan sikap nasionalis sangatlah diperlukan.Bukan hanya untuk kepentingan politik saja kita dituntut untuk berjiwa nasionalis, tetapi dalam mempertahankan dan melestarikan budayapun juga demikian.Kita butuh untuk menyadari bahwa untuk mempertahankan budaya peninggalan sejarah itu tidak mudah.Butuh pengorbanan yang besar pula. Oleh karenanya tak cukup apabila hanya ada satu generasi muda yang mau untuk tapi yang lain masa bodoh. Dalam melakukannya dibutuhkan kebersamaan untuk saling mendukung dan mengisi satu sama lain. Dalam kata lain dalam menjaga kelestarian budaya juga diperlukan kekompakan untuk saling mengisi dan mendukung.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan beragam seni budaya yang terdapat disetiap daerah sebelum seni budaya yang masih ada tersebut punah adalah dengan melaksanakan:
2.5.1    Pendataan
2.5.2    Inventarisasi
2.5.3    Pendokumentasian

BAB III
PENUTUP
3.1       Kesimpulan
            Kemudian kebudayaan yang telah ada seperti kebudayaan tradisional akan tergeser bahkan akan hilang terganti oleh kebudayaan baru/ modern. Orang-orang akan lebih mengandalkan kebudayaan baru dan meninggalkan kebudayaan tradisional karena dianggap kebudayaan itu adalah kebudayaan yang kuno dan pantas di tinggalkan.
Jadi keberadaan kebudayaan tradisional saat ini sangat mengkhawirkan.Kita sebagai penerus bangsa harus dapat melestarikan budaya sendiri, budaya tradisional.Jangan sampai budaya itu punah tertelan waktu yang ke era globalisasi.

3.2       Saran
            Untuk dapat tetap melestarikan budaya peninggalan nenek moyang kita harus dapat memilah dan memilih budaya yang baru yang positif.Kita harus tetap mengikuti perkembangan budaya modern tapi jangan sampai kita meninggalkan budaya sendiri.Jangan sampai kejadian kemarin seperti pengklaiman budaya terjadi kembali.Hal tersebut terjadi juga karena kita kurang menjaga dan melestarikan budaya sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
kusumah.joko 2001 "tergesernya budaya tradisional karena budaya asing"

Senin, 14 April 2014

rasis

Latar belakang
Sekarang ini di Negara Indonesia sudah ada tiga factor yang membuat kondisi actual masyarakat Indonesia menjadi sangat di antara nya sebagai berikut
1.      Modernisasi
2.      Globalisasi
3.      Sekulerisasi
Nah ke tiga factor tersebut yaitu  moderniasi,globalisasi dan sekunderisasi membuat kondisi actual masyarakat Indonesia menjadi sangat buruk dan mengakibatkan banyak dampak bagi masyarakat Indonesia diantara nya
1.      Egois
2.      Individualis
3.      Materialistis
4.      Seluler
5.      Hedonis
6.      Krisis akhlak
7.      Agama sebagai symbol
Rumusan masalah
Bagaimana cara kita agar kita terhindar dari kondisi actual diatas tersebut?
Pembahasan
Kita ambil contoh, rasis !!
Kita kembali ke zama dahulu asal muasal rasis, rasis itu sudah ada sejak zaman dahulu sekali, bahkan dari zaman nabi musa pun rasis itu sudah ada. Mungkin kita semua tahu tentang raja fir’aun yang sangat durhaka sekali kepada ALLAH, raja fir’aun itu sangat rasis sekali karena dia membeda-bedakan anatara kaum wanita dan kaum lelaki bahkan jika ada seseorang yang melahirkan seorang anak lelaki  maka raja fir’aun akan langsung membunuhnya.
Nah di zaman kita rasis itu banyak terjadi, misalnya membeda-bedakan seseorang antara kulit hitam dan kuliat putih atau membeda-bedakan antara orang orang kaya dan orang miskin bahkan mengucilkan seseorang karena orang tersebut mempunyai kekuragan atau yang lainnya. Agar kita bias terjauh dari sikap rasis tersebut  sebaik nya alangkah baik nya kita itu merangkul orang orang yang kita anggap tidak kita itu harus sama terhadap orang lain tidak membeda0-bedakan karena kekurangan yang iya punya dan kita pun harus ingat didunia ini tidak ada makhluk yang sempurna kecuali sang pencipta. Memang perbedaan itu akan selalu pasti ada bahkan jika tidak ada perbedaan maka hidup ini tidak akan indah.
Oleh karena itu kita tidak memiliki sifat rasis !! bahkan ada pepatah mengatakan “cubitlah diri kita dahulu sebelum kita menyubit orang lain” dari pepatah tersebut sudah sangat jelas sekali maksudnya, sebelum kita akan memperbuat sesuatu terhadap orang lain lakukanlah pada diri kita sendiri dahulu  agar kita tahu bahwa itu baik atau tidak nya.
Kesimpulan

Dari semua yang di atas itu sudah sangat jelas sekali bahwa rasis itu adalah perbuatan yang sangat tidak baik, jadi alangkah baiknya sikap rasis itu harus kita buang jauh-jauh dan lebih baik kita melakukan hal yang  sewajar nya yang kea rah positip dan bermanfaat.

pemanfaatan internet sebagai sumber belajar oleh pelajar

Kata Pengantar
assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. alhamdulillahirabbilalamin. Segala puji bagi Allah yang telah menolong saya menyelesaikan Proposal ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan NYA mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta yakni nabi muhammad SAW.
Proposal ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar Oleh Mahasiswa, yang saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Proposal ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya proposal ini dapat terselesaikan.
Semoga Proposal ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun Proposal ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
                                                                                                                 






Daftar Isi

Kata Pengantar…………………………………………………………………………2
Daftar Isi………………………………………………………………………………..3
Bab I Pendahuluan………………………………………………………………………4   
1.       Latar Belakang Masalah
2.       Identifikasi Masalah
3.       Batasan Masalah
4.       Rumusan Masalah
5.       Tujuan Penelitian
6.       Manfaat Penelitian
Bab II……………………………………………………………………………………6
A. Landasan Teori
1.       Pengertian Internet                                  
2.       Jenis-Jenis
3.       Bahaya
4.       Pengaruh    
B. Kesimpulan Hipotesis Sementara
Bab III…………………………………………………………………………………..8
          A. Penutup
          B. Saran
          C. Daftar Pustaka




BAB I
1.Pendahuluan
1. Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perubahan paradigma pembelajaran, maka keberhasilan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh faktor pengajar/dosen, melainkan sangat dipengaruhi oleh keaktifan mahasiswa. Kurikulum baru tahun 2004 mempertegas bahwa proses pembelajaran harus berpusat pada peserta belajar, pengajar bukan sebagai satu-satunya sumber belajar atau sumber informasi, melainkan berperan sebagai fasilitator, dinamisator, dan motivator dalam pembelajaran.
Selain sumber belajar berupa perpustakaan yang tersedia di kampus, sekarang ini berkembang teknologi internet yang memberikan kemudahan dan keleluasaan dalam menggali ilmu pengetahuan. Melalui internet mahasiswa dapat mengakses berbagai literatur dan referensi ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dengan cepat, sehingga dapat mempermudah proses studinya.
2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber belajar, antara lain : optimalisasi pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar, pemenuhan koleksi buku-buku yang tersedia di perpustakaan, pemanfaatan internet sebagai sumber belajar, serta pemanfaatan sumber daya lingkungan sebagai sumber belajar.
3. Batasan Masalah
Meskipun banyak permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber belajar dalam proses pembelajaran, namun dalam penelitian ini hanya membatasi pada masalah pemanfaatan internet sebagai sumber belajar oleh mahasiswa.
4. Rumusan Masalah
Untuk memperjelas permasalahan yang akan diteliti, maka masalah tersebut dirumuskan sebagai berikut:
1.       Apakah mahasiswa UNIVERSITAS MUHAMMADIAH telah memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ?
2.       Alasan apa yang memotivasi mahasiswa UNIVERSITAS MUHAMMADIAH memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ?
3.       Faktor apa sajakah yang mendukung dan menghambat mahasiswa UNIVERSITAS MUHAMMADIAH untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ?


5. Tujuan Penelitian
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
1.       Jumlah mahasiswa UNIVERSITAS MUHAMMADIAH yang telah memanfaatkan internet sebagai sumber belajar.
2.       Alasan yang memotivasi mahasiswa UNIVERSITAS MUHAMMADIAH memanfaatkan internet sebagai sumber belajar.
3.       Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat mahasiswa UNIVERSITAS MUHAMMADIAH memanfaatkan internet sebagai sumber belajar 
6. Manfaat Penelitian    
 Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :
1.       Bagi mahasiswa, untuk lebih meningkatkan pemanfaatan teknologi internet sebagai sumber belajar, sehingga mempercepat masa studinya.
2.       Bagi program studi, sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan dan program kerja yang berkaitan dengan fasilitas sumber belajar.
3.       Bagi peneliti, sebagai dorongan untuk lebih meningkatkan penguasaan teknologi informasi sehingga dapat memperbaiki kemampuan dalam mengajar 

BAB II
A. Landasan Teori
1.  Pengertian Internet
Internet adalah kependekan dari inter-network. Secara harfiah mengandung pengertian sebagai jaringan komputer yang menghubungkan beberapa rangkaian (www.wikipedia.com). Jaringan internet juga didefinisikan sebagai jaringan komputer yang mampu menghubungkan komputer di seluruh dunia sehingga berbagai jenis dan bentuk informasi dapat dikomunikasikan antar belahan dunia secara instan dan global (http://www.wikipedia.com). Selain kedua pengertian di atas, internet juga disebut sebagai sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dari sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (e-mail, chat), diskusi (usenet news, milis, bulletin board), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Ghoper), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP),
Sejalan dengan perkembangan internet, telah banyak aktivitas yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan internet, seperti e-Commerce, e-Banking, e-Government, e-Learning dan lainnya. Salah satu aktivitas yang berkaitan dengan proses pembelajaran adalah e-Learning. E-Learning adalah wujud penerapan teknologi informasi di bidang pendidikan dalam bentuk  sekolah maya. E-Learningmerupakan usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar di sekolah dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet. 

Bagi para pengajar, internet bermanfaat dalam mengembangkan profesinya, karena dengan internet dapat :
a)      meningkatkan pengetahuan.
b)      berbagi sumber diantara rekan sejawat.
c)      bekerjasama dengan pengajar di luar negeri.
d)     kesempatan mempublikasikan informasi secara langsung.
e)      mengatur komunikasi secara teratur.
f)       berpartisipasi dalam forum-forum lokal maupun internasional.
2. Jenis-Jenis
Pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilakn data diskriptif melalui pengungkapan kata-kata tertulis. Peristiwa tertentu secara rinci dan mendalam serta perilaku yang diamati.
3. Bahaya
Perilaku Adiktif / Pecandu Seorang pecandu internet akan menghabiskan waktu berjam-jam bahkan sampai berhari-hari berada didepan komputer untuk online. Untuk pecandu surfing di  Handphone  / Blackberry biasanya mereka  asik  berinternet tanpa memperdulikan tempat dan waktu (mobile).  “Dampak dari kecanduan internet juga tidak main-main. Mulai dari dipecat dari pekerjaan, perceraian, atau kecelakaan mobil akibat menyetir sambil menulis  SMS atau  chatting.  Pecandu internet biasanya kecanduan bermain  Games Online,  blogging,  situs jejaring sosial, jual beli, chating  dan aplikasi-aplikasi internet lain yang sangat menghabiskan waktu.
Menurut Hack dalam situs “wartawarga.gunadarma.ac.id”, penyebab seseorang menjadi pecandu internet adalah:
Pecandu internet dapat disebabkan oleh informasi yang sangat deras dari luar yang ingin diserap atau diperoleh remaja yang dapat bersumber dari perusahaan, institusi, departemen-departemen, sekolah ataupun remaja itu sendiri. Pecandu internet bisa siapa pun, dari mana pun, kapan pun”.
4. Pengaruh
Adalah daya atau timbul dari sesuatu ( orang atau benda ) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang. Seiring dengan perubahan paradigma pembelajaran, maka kegiatan belajar mengajar diperguruan tinggi tidak hanya ditemukan oleh faktor pengajar/dosen, melainkan sangat dipengaruhi oleh keaktifan mahasiswa.
B. Kesimpulan hipotesis Sementara
 Hipotesis adalah pendapat atau kesimpulan sementara, dengan kata lain suatu pendapat yang kita gunakan untuk menangkap kenyataan kebenaran dari suatu hal yang belum terbukti kebenarannya atau merupakan penjelasan percobaan ke arah perjalanan penjelasan yang pasti, tetapi ada alasannya yang merupakan suatu keismpulan yang agak pasti.

BAB III
A. Penutup
 Contoh proposal penelitian ilmah ini mengangkat persoalana bagaimana pemnfaatan media online dikalangan mahasiswa Universitas Gunadarma. Pemanfataan media online merupakan perbuatan memanfaatkan suatu hasil dari teknologi tinggi dalam bidang informasi dan komunikasi.
B.   Saran
Berdasarkan beberapa uraian dan kesimpulan tersebut maka perlu kiranya penulis untuk     menyampaikan saran sebagai usaha untuk meningkatkan efektifitas pemanfaatan media online sebagai sumber belajar dikalangan mahasiwa.
C.  Daftar Pustaka